Rabu, 14 Desember 2011

Ethernet

Ethernet merupakan jenis skenario perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs diXerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.

Versi awal Xerox Ethernet dikeluarkan pada tahun 1975 dan di desain untuk menyambungkan 100 komputer pada kecepatan 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer.
Desain tersebut menjadi sedemikian sukses di masa itu sehingga XeroxIntel dan Digital Equipment Corporation (DEC) mengeluarkan standar Ethernet 10Mbps yang banyak digunakan pada jaringan komputer saat ini. Selain itu, terdapat standar Ethernet dengan kecepatan 100Mbps yang dikenal sebagai Fast Ethernet.
Asal Ethernet bermula dari sebuah pengembangan WAN di University of Hawaii pada akhir tahun 1960 yang dikenal dengan nama "ALOHA". Universitas tersebut memiliki daerah geografis kampus yang luas dan berkeinginan untuk menghubungkan komputer-komputer yang tersebar di kampus tersebut menjadi sebuah jaringan komputer kampus.
Proses standarisasi teknologi Ethernet akhirnya disetujui pada tahun 1985 oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE selanjutnya diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia yang ditujukan untuk membentuk jaringan komputer. Karena kesederhanaan dan keandalannya, Ethernet pun dapat bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan.



Jenis-jenis Ethernet
Jika dilihat dari kecepatannya, Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yakni sebagai berikut:
KecepatanStandarSpesifikasi IEEENama
10 Mbit/detik10Base210Base510BaseF10BaseTIEEE 802.3Ethernet
100 Mbit/detik100BaseFX100BaseT100BaseT4100BaseTXIEEE 802.3uFast Ethernet
1000 Mbit/detik1000BaseCX1000BaseLX1000BaseSX1000BaseTIEEE 802.3zGigabit Ethernet
10000 Mbit/detik11mm/.ll


Cara kerja

Spesifikasi Ethernet mendefinisikan fungsi-fungsi yang terjadi pada lapisan fisik dan lapisan data-link dalam model referensi jaringan tujuh lapis OSI, dan cara pembuatan paket data ke dalam frame sebelum ditransmisikan di atas kabel.
Ethernet merupakan sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. Ethernet beroperasi dalam modus half-duplex, yang berarti setiap station dapat menerima atau mengirim data tapi tidak dapat melakukan keduanya secara sekaligus. Fast Ethernet serta Gigabit Ethernet dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex.
Ethernet menggunakan metode kontrol akses media Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection untuk menentukan station mana yang dapat mentransmisikan data pada waktu tertentu melalui media yang digunakan. Dalam jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet, setiap komputer akan "mendengar" terlebih dahulu sebelum "berbicara", artinya mereka akan melihat kondisi jaringan apakah tidak ada komputer lain yang sedang mentransmisikan data. Jika tidak ada komputer yang sedang mentransmisikan data, maka setiap komputer yang mau mengirimkan data dapat mencoba untuk mengambil alih jaringan untuk mentransmisikan sinyal. Sehingga, dapat dikatakan bahwa jaringan yang menggunakan teknologi Ethernet adalah jaringan yang dibuat berdasrkan basis First-Come, First-Served, daripada melimpahkan kontrol sinyal kepada Master Station seperti dalam teknologi jaringan lainnya.
Jika dua station hendak mencoba untuk mentransmisikan data pada waktu yang sama, maka kemungkinan akan terjadi collision (kolisi/tabrakan), yang akan mengakibatkan dua station tersebut menghentikan transmisi data, sebelum akhirnya mencoba untuk mengirimkannya lagi pada interval waktu yang acak (yang diukur dengan satuan milidetik). Semakin banyak station dalam sebuah jaringan Ethernet, akan mengakibatkan jumlah kolisi yang semakin besar pula dan kinerja jaringan pun akan menjadi buruk. Kinerja Ethernet yang seharusnya 10 Mbit/detik, jika dalam jaringan terpasang 100 node, umumnya hanya menghasilkan kinerja yang berkisar antara 40% hingga 55% dari bandwidth yang diharapkan (10 Mbit/detik). Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakanSwitch Ethernet untuk melakukan segmentasi terhadap jaringan Ethernet ke dalam beberapa collision domain.


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Ethernet

AUI (Attachment Unit Interface)

AUI (Attachment Unit Interface) adalah salah satu bagian dari standar konektor Ethernetyang menjelaskan bagaimana sebuah kabel dikoneksikan ke kartu Ethernet dengan konektor 15-pin D-connector. Salah satu penggunaannya adalah untuk mengkoneksikan kabel thick ethernet (RG-8) ke kartu ethernet.
Tabel uraian dari kaki-kaki AUI:
PinSikuitUraian
3DO-AData Keluar Sirkuit A
10DO-BData Keluar Sirkuit B
11DO-SData Keluar Sirkuit Shield (tidak digunakan)
5DI-AData Masuk Sirkuit A
12DI-BData Masuk Sirkuit B
4DI-SData Masuk Sirkuit Shield
7CO-AKontrol Keluar Sirkuit A (tidak digunakan)
15CO-BKontrol Keluar Sirkuit B (tidak digunakan)
8CO-SKontrol Keluar Sirkuit Shield (tidak digunakan)
2CI-AKontrol Masuk Sirkuit A
9CI-BKontrol Masuk Sirkuit B
1CI-SKontrol Masuk Sirkuit Shield
6VCVoltase Utama
13VPVoltase Plus
14VSVoltase Shield (tidak digunakan)
ShellPGPembumian / Minus / Ground
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/AUI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar